KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong minta pihak-pihak terkait agar siaga dampak kabut asap di wilayah setempat.

"Kepada Dinas Kesehatan dan RSUD agar dapat melakukan prenventif dari dampak asap bagi kesehatan dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak, lakukan penanganan yang baik dan seharusnya," pinta Jaya.

Kemudian untuk Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saling berkolaborasi dalam memberi edukasi dan kewaspadaan dalam membakar sampah maupun pekarangan.

Lalu kata Jaya untuk Kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora)agar dapat memantau dan melaporkan kepada pihaknya berkaitan dengan kondisi asap yang mempengaruhi kesehatan tenaga pengajar dan siswa,

"Lakukan hal strategis yang dianggap perlu untuk penanganan yang baik demi penyelenggaraan pendidikan anak-anak kita," pinta suami Mimie Mariatie itu.

Sebeumnya, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Gunung Mas, Muliadi mengatakan bahwa memang benar kabut asap yang menutupi wilayah Gunung Mas kiriman dari Kabupaten/Kota sekitar.

"Kabut asap yang ada di Kabupaten Gunung Mas ini semata-mata kiriman dari kabupaten atau daerah lain di sekitar Gumas," ujarnya.

--page

Meski demikian, Muliadi mengatakan, kalau dibandingkan dengan kondisi yang ada di Kota Palangka Raya dan Kabupaten lain, Gunung Mas diperkirakan masih aman.

"Namun kita juga tidak bisa memastikan 100 persen udara di Gunung Mas aman karena tidak didukung dengan pengukuran menggunakan alat Dusttrak Aerosol Monitor, sebab alat tersebut sedang dalam perbaikan," tukasnya.  (RISKA YULYANA/R)