BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng berharap program lawatan sejarah dapat dimanfaatkan untuk ajang belajar sejarah.
Sekaligus nilai-nilai sejarah yang didapat bisa dikenalkan kembali ke pada teman sebaya maupun murid di sekolahnya masing-masing.
"Harapan kami, para pelajar dan guru yang mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah ini dapat mengenalkan Sejarah Lokal di Kalimantan Tengah kepada siswa-siswi di sekolahnya, sehingga tumbuh kecintaan terhadap sejarah di kalangan generasi muda," sebut Adiah dalam keterangannya, Minggu, 8 Oktober 2023.
Sebagai informasi, program lawatan sejarah dilaksanakan selama dua hari dengan peserta 50 pelajar SMP dan 10 guru pendamping.
Pada hari pertama peserta mendapatkan pembekalan materi terkait kesejarahan dari dua Narasumber, yaitu Marko Mahin (antropolog, peneliti dan penulis buku sejarah) dan Pahadi (arkeolog, tenaga ahli cagar budaya dari Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XIII).
Setelah mendapatkan ilmu tentang kesejarahan, selanjutnya di hari kedua, para peserta melaksanakan kunjungan (lawatan) ke tempat-tempat bersejarah di kota Palangka Raya.
--page
Tempat ini mulai dari Tugu Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka Raya, Pesanggrahan Tjilik Riwut, Rumah Tjilik Riwut, Sandung Ngabe Soekah, Gedung Serbaguna Tjilik Riwut, sampai Museum Balanga. (HERMAWAN DP/R)









