BORNEONEWS, Palangka Raya - Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan masyarakat.
Menurut Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Alman Parluhutan Pakpahan, sepanjang periode Januari hingga September 2023, tercatat ada 522 kejadian Karhutla.
Rinciannya adalah sebagai berikut, Kecamatan Jekan Raya dengan 268 kejadian, Kecamatan Pahandut dengan 76 kejadian, Kecamatan Sebangau dengan 172 kejadian, Kecamatan Bukit Batu dengan 6 kejadian dan kecamatan Rakumpit nol Karhutla.
"Akibat kebakaran tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 713,23 hektare yang mengindikasikan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat," katanya, Senin, 9 Oktober 2023.
Dia mengungkapkan kekhawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh Karhutla seperti kabut asap yang berdampak pada penerbangan dan Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
--page
"Kebakaran hutan dan lahan adalah masalah serius yang memengaruhi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kami terus berupaya untuk mengatasi dan mencegah kejadian Karhutla," pungkasnya. (PATHUR/R)









