PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya tidak hanya dirasakan dengan munculnya kabut asap, tetapi juga berdampak serius pada sektor pertanian.

Khusunya bagi petani lokal, mereka menghadapi situasi yang memprihatinkan ketika 18 hektare lahan pertaniannya terkena dampak Karhutla.

Meski belum terjadi gagal panen, produksi pertanian di wilayah ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugianto, mengungkapkan kekhawatiran atas dampak Karhutla terhadap pertanian di kota tersebut.

"Kami mencatat penurunan produksi pada berbagai jenis tanaman, termasuk sayuran dan buah-buahan. Kejadian ini sangat merugikan para petani lokal karena yang terdampak sampai kari ini ada 18 hektare lahan pertanian," kata Sugianto, Senin, 9 Oktober 2023.

Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah setempat untuk berupaya keras mengatasi dampak Karhutla. Langkah-langkah telah diambil untuk memadamkan api dan mengurangi polusi udara.

Selain itu, program penyuluhan kepada petani mengenai teknik pertanian yang ramah lingkungan juga ditingkatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa depan.

Pemerintah setempat bekerja sama dengan pihak berwenang dan lembaga lingkungan untuk mengidentifikasi penyebab Karhutla dan menindak tegas para pelaku.

--page

Upaya ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan melindungi lahan pertanian serta ekosistem di sekitarnya.

Sementara petani di Palangka Raya terus berjuang untuk memulihkan produksi mereka, mereka juga meminta dukungan dari pemerintah untuk mengatasi masalah Karhutla. (HENDRI/R)