BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah mengenalkan budaya rotan, putri daerah asal Kabupaten Barito Timur, Siti Alpiatur Rahmah berhasil mengharumkan nama harum daerah asalnya dalam ajang pemilihan Mister Miss Cultural Kalteng di At Citimal Kapuas Lantai I, Sabtu, 7 Oktober 2023. Dia meraih juara Miss Intelegensia Kalteng Tahun 2023.
Siti mengatakan, dalam ajang ini, dirinya membawa visi dan misi dengan project memperkenalkan budaya ke seluruh penjuru dunia. Meski diri hanya mendapatkan juara Miss Intelegensia Kalimantan Tengah, bukan berarti projectnya tidak berjalan.
Bahkan sebelum mengikuti ajang ini, dia sudah memulai project secara perlahan dengan membawa slogan project ke dalam advokasi. Yaitu “Creafting Cultural, Weaving Connections Worldwide” yang artinya “Menganyam Budaya, Merajut Relasi Keseluruh Dunia”.
"Saya sudah melihat betapa menggiurkannya harga dari hasil karya seni menganyam atau menjawet terkhususnya rotan. Di harga pasar bahkan berkisar jutaan rupiah per item, ini justru membuka pikiran saya bahwa Kalimantan Tengah pasti maju, jika budaya menganyam ini tidak hanya dilakukan oleh para tetua kita, tapi bisa diikuti para anak muda," tuturnya, saat dikonfirmasi Borneonews.co.id, Senin, 9 Oktober 2023.
Ia mengaku bangga dengan hasil juara Miss Intelegensia Kalimantan Tengah. Sebab, kata dia, menurut KBBI Inteleginsia berarti cerdik atau pandai, dan ada juga yg berpendapat bahwa inteligensia ini adalah seseoarang yang mampu memecahkan berbagai permasalahan dengan pengetahuan yang dimiliki.
--page
"Saya berharap dengan melihat apa yang saya raih saat ini, dapat memotivasi para pemuda dan remaja terutama yang ada Kalimantan Tengah untuk bersemangat mengikuti event-event seperti ini," harapnya.
Ia menambahkan, event ini juga sangat mempengaruhi stigma anak muda yang biasanya malu akan budayanya sendiri karena dianggap kuno. Oleh sebab itu, dirinya menekankan untuk bersama melestarikan dan mengembangkan budaya tanpa ketinggalan zaman atau ketinggalan teknologi digital. Sebab, keduanya harus saling beriringan.
"Ibaratnya, lestarikan bahasa daerah dan bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia tetapi jangan sampai ketinggalan untuk bisa berbahasa asing," tutupnya. (MARINI/Y)









