BORNEONEWS, Pulang Pisau - PJ Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani mengatakan sebagai tindak lanjut terhadap meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), saat ini pihaknya telah menaikan status siaga menjadi tanggap darurat.
"Saya minta kepada seluruh pihak agar segera berkoordinasi untuk menyikapi peningkatan status Karhutla,"ucapnya, Selasa, 10 Oktober 2023.
Ia menjelaskan untuk seluruh Kepala OPD terkhusus BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan agar segera melakukan antisipasi seiring semakin pekatnya kabut asap akibat dari Karhutla yang sedang terjadi.
Seluruh ASN Pemerintah Pulang Pisau diimbau untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan. Jika harus bekerja di luar ruangan, diharapkan dapat menggunakan masker untuk mengurangi dampak dari kabut asap.
Sementara untuk dinas kesehatan segera mengupayakan kegiatan yang bersifat pencegahan atau proteksi terhadap dampak kabut asap ditengah masyarakat Pulang Pisau.
"Tentunya dengan cara membagikan masker gratis dan mendukung pencegahan dampak kabut asap ditengah masyarakat," katanya.
Untuk Dinas Pendidikan agar dapat lebih memperhatikan pelaksanaan proses bejalar mengajar para siswa. Apabila kondisi kabut asap terus meningkat, Dinas Pendidikan bisa segera melakukan koordinasi dengan OPD teknis untuk menetapkan libur sekolah.
Ia menambahkan untuk seluruh instansi dan stakeholder terkait seperti TNI, POLRI, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Tagana dan relawan masyarakat peduli api agar terus dapat berkoordinasi serta berkolaborasi dalam penanganan Karhutla.
--page
"Kita harus saling bekerjasama dalam menanggulangi Karhutla sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah dalam rapat koordinasi beberapa waktu yang lalu," tutupnya. (M PRADILA KANDI/R)









