BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Promosi kesehatan (Promkes) kembali memberikan edukasi kesehatan lewat radio siaran pemerintah daerah setempat pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Kali ini memberikan informasi dan edukasi kesehatan dari narasumber yakni dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ (K) bersama Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto.
dr. Safira Amira Tjandrasari yang bertugas sebagai Dokter Sub Spesialis Kedokteran Jiwa Psikiatri Anak dan Remaja, dan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan UPF Jiwa di RSUD Kuala Kapuas, menjelaskan edukasi kesehatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia Tahun 2023 yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya.
"Materi kali ini mengulas tentang mengenal lebih dekat soal perundungan atau bullying. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat peduli akan kesehatan mental dan jiwanya serta meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying bagi anak dan remaja," kata dr Safira.
Dijelaskannya perundungan adalah perilaku agresif dan negatif seseorang atau sekelompok orang secara berulang kali dgn menyalahgunakan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti korban secara mental, fisik maupun seksual.
--page
Ancaman yang dilakukan sekali saja, tapi jika membuat korbannya merasa ketakutan secara permanen, juga merupakan bullying.
"Kasus bullying pada anak merupakan fenomena gunung es, dimana kasus yang mencuat terlihat sedikit, namun faktanya sangat banyak, terwariskan dari generasi ke generasi. Jika kalian pernah melakukan atau merasakan ejekan, permusuhan, atau pukulan, artinya kalian telah menjadi pelaku atau bahkan menjadi korban bullying atau perundungan," ujarnya.
Adapun jenis-jenis bullying antara lain bentuk fisik seperti memukul, menampar, memalak, mendorong, mencubit, dan mencakar, bentuk verbal yaitu memaki, memfitnah, mengejek, mengancam, bersifat psikologis mengintimidasi, mengucilkan, mengabaikan dan mendiskriminasi.
Sedangkan, bullying relasional adalah segala bentuk tindakan untuk mengasingkan seseorang dari sekelompoknya
"Juga ada Cyber Bulliying antara lain segala bentuk tindakan yang dapat menyakiti orang lain dengan media elektronik," ucapnya.
--page
Ditambahkannya, konsekuensi bullying dimana anak muda yang menjadi korban memiliki kecenderungan lebih besar untuk bunuh diri, depresi, trauma dan penyalahgunaan obat.
"Tindakan Bullying bisa terjadi karena adanya kesempatan untuk terjadinya bullying, adanya anak yang merasa dominan atau memiliki harga diri/konsep diri yang rendah di sekolah dan memiliki karakter agresif, bisa disebabkan karena pengalaman atau pola asuh keluarga yang kurang sesuai," jelasnya.
Dia berharap dengan mengenali aksi bullying ini masyarakat dapat memahami dan mencegahnya di lingkungan sekitar masing-masing. (DODI/J)









