PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mengingatkan potensi peningkatan prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan, potensi tersebut berdasarkan hasil perkiraan Global initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD).

GOLD memperkirakan secara epidemiologi di tahun 2060 angka prevalensi PPOK akan terus meningkat dan terdapat 5,4 juta kematian.

Suyuti menuturkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan bahwa prevalensi Asma di Indonesia sebesar 2,4 persen.

Dari total 2,4 persen angka tersebut prevalensi pada laki-laki sebanyak 2,3 persen dan perempuan 2,5 persen.

--page

Sedangkan untuk prevalensi PPOK berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 sebesar 3,7 persen dengan prevalensi pada laki-laki 4,4 persen dan perempuan 4,6 persen.

"Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa PPOK merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia," ungkapnya saat Pelatihan Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Asma di Provinsi Kalteng, di Neo Hotel Palangka Raya, Selasa, 10 Oktober 2023. (HERMAWAN DP/H)