KEHADIRAN Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat dalam perayaan Dharma Shanti Nyepi Caka 1938 di Balai Adat Banjar Jaya Sari, Desa Tirus­an, Kecamatan Bataguh disambut meriah oleh masyara­kat­ Bali, Minggu (17/04/2016).


Bupati pun memuji persiap­an panitia yang sungguh luar biasa serta sambutan yang sungguh meriah saat dia datang ke tempat mereka. Ben disambut tarian nan indah dan musik yang sanggat merdu.


Bupati  juga meyampaikan pujiannya kepada masyarakat dan panitia karena bisa melakukan perayaan yang meriah tanpa bantuan peme­rin­tah. Karena itu bupati memberikan bantuan secara spontanitas yang diterima ketua panitia.


“Saat datang ke Tirusan, Basarang, dan Tamban Catur, saya merasa seperti ada di Bali tanpa harus pergi ke Bali,” ungkapnya.


Bupati berpesan untuk membina anak-anak dalam kegiatan kesenian untuk melestarikan budaya agar tidak dilupakan serta menyampaikan jika ada yang ingin diperbaiki, maka tinggal buat proposal dan serahkan ke kepala desa.


Karena setiap desa dapat dana Rp1 miliar untuk pembangunan. Ketua panitia I Wayan Dante mengatakan selama 36 tahun baru kali ini merayakan Hari Raya Nyepi di lokasi transmigrasi ini.


“Acara ini pertama kali dilakukan. Kami bisa melakukan perayaan sendiri setelah 14 hari melakukan rencana serta persiapan akhirnya.”


Ketua PHDI Kapuas mengucapkan syukurnya karena dapat berkumpul dalam perayaan Dharma Shanti Nyepi Caka 1938. Dia menyampaikan beberapa alasan perayaan ini baru dilaksanakan walau hari raya nyepi sudah berlalu sebulan.


“Tidak ada kata terlambat dalam pelaksanaan perayaan karena lebih baik melaksanakan dari pada tidak sama sekali,” ungkapnya.


Dia juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia dan masyarakat yang sudah bekerja untuk melaksanakan pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan tentang pentingnya kerukunan beragama. (PP/B-6)