BANJIR yang melanda Kecamatan Dadahup dan Kapuas Murung mengakibatkan ra­tus­an hektare lahan pertenian terendam.

Dinas Pertanian dan Holti­kul­tura Kabupaten Kapuas ba­ru akan mendata lahan per­tanian guna melihat fakta se­suai laporan mantri tani.


“Tim akan turun untuk men­data seberapa parah lahan­ pertanian yang terendam banjir terhadap tanaman padi,” kata Jarwadi, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Senin (18/4/2016).


Dia menyebut berdasarkan laporan materi tani tanaman padi yang terendam ada 150 hektare, sedangkan yang terancam terendam ada 477 hektare.


Lokasi pertanian itu ada di 15 desa. Yakni Bina Jaya, Pe­tak Batuah, Harapan Baru, Bentuk Jaya, Manuntung, Sumber Agung, Tanjung Harapan, Kahuripan Permai, Sri Milya, Sumber Makmur, Sumber Alaska, Dadahup Raya, Dadahup, dan Tambak Bajai.


Sedangkan Kecamatan Kapuas Murung ada 10 desa. Yakni Desa Saka Binjai, Bina Sejahtera, Suka Reja, Suka Mukti, Bina Karya, Rawa Subur, Bina Mekar, Sumber Mulya, Belakang, dan Mang­ga­la Permai.


“Saat ini untuk kedalam air di lahan pertanian di Dada­hup­ antara 65-150 cm dengan luas lahan 150 ha, sedangkan di Kapuas Murung sekitar 100 cm dengan luas lahan 155 ha,” ungkapnya.


Sayangnya hingga kemarin belum diketahui secara rinci kedalam air yang merendam seluruh padi itu.


Dia berharap saat musim tanam Oktober-Maret nanti kondisi air sudah surut dan para tani bisa menanam padi lagi.


Diakui hanya saja di dua ke­camatan ini memang sudah terjadi pergeseran terhadap para petani yang beralih profesi menjadi karyawan kebun sawit, sehingga untuk sumbangsih untuk swasemba­da beras hanya sekitar 5%. 

(B-6)