PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Suyuti Syamsul mengingatkan secara umum gejala utama penyakit pernapasan adalah batuk dan sesak.

"Situasi pelayanan penyakit pernapasan di Indonesia pada umumnya menunjukkan gejala utama yakni batuk dan sesak," ungkapnya saat pelatihan pengendalian PPOK di Neo Hotel Palangka Raya, Selasa, 10 Oktober 2023.

Ia menjelaskan di beberapa negara termasuk Indonesia, tata laksana pasien gangguan saluran pernapasan dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas dasar gejala tanpa indikasi yang jelas dan sistematik.

Sehingga dinilai perlu menegakkan diagnosis dan tata laksana asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan cermat dan tepat, sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan Asma dan PPOK kepada masyarakat.

Sebagai informasi berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2020, Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat Indonesia.

--page

Hingga akhir tahun 2020, jumlah penderita asma di Indonesia sebanyak 4,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 12 juta lebih.

Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak (sulit bernapas).

Selain membuat pengidapnya sulit bernapas, asma juga bisa menimbulkan gejala lainnya seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada. (HERMAWAN DP/J)