PADA tahun anggaran 2015 lalu, laba yang dihasilkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Artha Sukma Sejahtera, Kabupaten Sukamara, mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana laba yang dihasilkan mencapai Rp1,7 miliar.
Besaran nominal itu bila diambil persentasenya dari target, berarti teralisasi sekitar 93%.
Direktur BPR Artha Sukma Sejahtera Julkifli mengatakan, angka sebesar Rp1,7 miliar sudah merupakan laba bersih. Dari laba tersebut, perbankan berplat merah itu memberikan pemasukan kepada Pemerintah Kabupaten Sukamara berupa pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp858 juta.
“Jika dibanding dengan 2014, laba yang didapat pada 2015 mengalami kenaikan. Hingga 31 Desember 2015, jumlah aset tercatat Rp24,5 miliar lebih,” kata Julkifli kedapa wartawan, Senin (18/4/2016).
Ia melanjutkan, saat ini pihaknya juga telah siap membagi deviden tahun 2015.
Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan.
Mengenai rincian pembagian deviden yakni untuk PAD ditetapkan sebesar 50% dari laba nilai bersih, dana tujuan 20%, dana cadangan umum 20%, dan jasa produksi 10%.
“Rencana Umum Pemegang Saham (RUPS) 2015 telah diajukan ke Bupati Sukamara untuk mendapatkan pengesahan. Setelah disahkan baru deviden akan dibagikan,” sebut Julkifli.
Saat disinggung mengenai kredit bermasalah atau dalam istilah perbankan biasa disebut non performing loan (NPL), Julkifli menyatakan hingga akhir tahun tadi hanya sekitar 2,5%. Angka tersebut masih termasuk sehat karena standar NPL terbaik dari Bank Indonesia (BI) di bawah 5%.
“Untuk meningkatkan nasabah kami telah membuka kantor kas di Kecamatan Balai Riam dan Jelai. Kami berharap ke depan BPR Artha Sukma Sejahtera menjadi salah satu bank utama masyarakat Bumi Gawi Barinjam, sehingga menjadi sumber PAD yang lebih baik lagi,” harap Julkifli (MG13/B-3)


