BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aliansi Masyarakat Dayak dan Mahasiswa Bersatu, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar aksi damai solidaritas atas tewasnya warga Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan dalam konflik agraria.
Puluhan masa yang dikomandoi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Andre Rolis dan Penanggung Jawab Aksi Wahyue Bahalap tersebut, menyampaikan orasinya, di depan Mapolres Kobar, pada Kamis, 12 Oktober 2023, pagi.
Kedatangan masa dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Mereka menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan berjalan lancar. Kemudian, menyampaikan membacakan dan menyerahkan dokumen pernyataan sikap pada kepolisian.
Beberapa hal yang disampaikan diantaranya adalah,
1. Mengecam keras tindakan refresif dan penembakan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap masyarakat Desa Bangkal yang membela haknya.
2. Meminta Kapolri untuk segera menarik aparat dari PT. HMBP karena tidak sesuai dengan tupoksinya.
3. Mengusut tuntas secara transfaran dan profesional serta tindak tegas terhadap oknum aparat yang melakukan penembakan terhadap warga Bangkal.
4. Mendesak Presiden Joko Widodo dan Kapolri untuk mengevaluasi serta mencopot Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan serta menuntut pertanggung jawaban untuk segera diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Meminta kepada Kapolri untuk membentuk tim investigasi dan kasus ini harus dikawal oleh Menko Polhukam, Kontras, Komnas HAM, dan Kompolnas.
6. Meminta Gubernur Kalimantan Tengah untuk melakukan evaluasi perijinan PT. Hamparan Massawit Bangun Persada tersebut.
7. Menolak adanya tindakan yang sama terulang kembali khususnya di wilayah.Kalimantan Tengah yang dilakukan oleh aparat dan perusahaan manapun.
8. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat beserta Organisasi Masyarakat.dan Lembaga Adat Dayak untuk tidak terprovokasi dan tetap menahan diri dan demi menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.
Masa meminta agar Kapolres Kobar untuk hadir dalam aksi tersebut, untuk menerima dokumen pernyataan sikap. Namun karena Kapolres berada di luar Kota, sehingga dokumen tersebut diterima oleh Kabag Ops Polres Kobar AKP Rendra Aditya Dhani.
"Mohon maaf, bapak Kapolres yang seyogyanya hari ini bisa hadir bersama kita, beliau sedang keluar kota, karena ada keluarganya yang meninggal dunia," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rendra menyampaikan ucapan berbela sungkawa atas meninggalnya warga di Desa Bangkal. Kemudian, juga memberikan apresiasi kepada masa yang telah melakukan orasi dengan tertib. Serta meminta agar masyarakat untuk tenang, karena peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. (DANANG/R)
Aliansi Masyarakat Dayak Kobar dan Mahasiswa Gelar Aksi Atas Tewasnya Warga di Konflik Bangkal
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Komentar (0)
Memuat komentar…







