PEMERINTAH Indonesia membentuk tim pemulangan buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Samadikun Hartono dari China ke Indonesia.
Jaksa Agung Prasetyo, mengatakan tim tersebut antara lain melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Agung dan Kementerian Luar Negeri. “BIN jadi bagian dari tim terpadu. Nanti eksekutornya Kejaksaan Agung. Jadi siapa pun yang menangkap, terakhir itu eksekutornya tetap Kejaksaan,” kata Prasetyo di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (18/4/2016).
Sementara itu, peran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) adalah membantu proses diplomasi dengan Pemerintah China untuk dilakukan tindakan hukum di Tanah Air. “Ini menyangkut hubungan diplomasi. Kami melibatkan Kemlu. Saya juga sudah berkomunikasi intensif dengan Kepala BIN dan saat ini salah satu deputi BIN juga sedang berada di China,” jelasnya.
Selain menangkap dan memulangkan koruptor BLBI, Prasetyo juga mengatakan tim terpadu tersebut juga akan berupaya menangkap buron-buron lain yang merugikan aset negara.
Mekanisme internasional
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan pemulangan buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono akan mengikuti mekanisme yang berlaku internasional.
“Nanti pemulangannya berdasar mekanisme internasional dan hukum China,” kata Sutiyoso di Berlin, Minggu (17/4/2016) malam waktu Jerman.
Ia menyebutkan Kemenlu akan berperan dalam upaya pemulangan Samadikun dengan berkoordinasi Pemerintah China. “Ini perlu waktu tapi sudah ‘under control’,” katanya menanggapi pertanyaan kapan Samadikun akan dipulangkan ke Indonesia.
Samadikun tertangkap pada Kamis (14/4/2016). Sutiyoso mengatakan, sesuai UU Nomor 17 tahun 2011, BIN berwenang melakukan operasi di luar negeri sehingga BIN punya perwakilan di luar negeri termasuk dalam upaya mengejar Samadikun.
“Dia mantan komisaris utama Bank Modern, buron BLBI sejak 2003, padahal sudah inkrah dan memiliki utang Rp169,4 miliar dan vonis empat tahun,” katanya.
“Pemantauan sudah berjalan beberapa waktu lalu. Tanggal 7 April saya diundang Pemerintah China dalam dialog tentang terorisme. Di situ saya gunakan untuk bertemu dengan counterpart dan minta bantuan untuk tangkap Samadikun,” tandasnya.
(ANT/B-10)








