Lonceng peringatan bahaya berdentang keras di Stadion Camp Nou, Catalan sesaat setelah wasit David Fernandez Borbalan meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, Senin (18/4/2016). Hari itu, Barcelona secara mengejutkan takluk dari Valencia 1-2 pada minggu ke-33 La Liga. 


Awan mendung pun turut menggelayut di salah satu stadion terbesar di dunia itu. Tatapan mata dari jutaan suporter tampak nanar.

Mereka terperangah tak percaya. La Blaugrana kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir. Tiga kekalahan di antaranya di kandang sendiri!


Sebelumnya, rekor tak terkalahkan tim asuhan Luis Enrique selama 39 pertandingan akhirnya terhenti di kaki rival abadi mereka Real Madrid. Dalam laga La Liga yang berlangsung di Camp Nou itu, Real sukses menggilas Barcelona dengan skor 1-2. Kemudian, masih di ajang yang sama, ketika melawat ke kandang Real Sociedad sepekan kemudian, Barca kembali tumbang 1-0. 


Meski mampu menang atas Atletico Madrid 2-1 di Camp Nou pada leg perempatfinal Liga Champions, Barca lagi-lagi terkapar disikat Atletico 2-0 di Vicente Calderon pada leg ke-2. Terakhir, penggawa Barcelona kembali tertunduk malu setelah kalah 1-2 dari Valencia, klub papan tengah yang sedang labil karena baru saja mengalami pergantian pelatih.


Ada apa dengan Barcelona? Mungkinkah para lawan sudah memahami taktik yang digunakan Barca. Barisan pertahanan Barcelona harus mendapatkan evaluasi oleh pelatih Luis Enrique. Dalam 16 pertandingan terakhir di segala kompetisi, gawang Barca hanya mencatat tiga clean sheets saja. Di samping itu, dalam enam pertandingan terakhir, empat laga di antaranya, Barca harus kebobolan dua gol atau lebih dari tim lawan.


Komposisi pemain yang tidak banyak berubah karena hukuman embargo transfer pemain dari UEFA tampaknya sedikit banyak mempengaruhi pengetahuan lawan tentang permainan Barca.


Tengok apa yang dilakukan pelatih Barcelona yang kini membesut Bayern Munchen, Pep Guardiola. Setelah ia meraih banyak gelar bersama Blaugrana, ia memutuskan untuk mundur selama satu tahun.


Ketika itu ia menyebut, kemenangan yang dicatatnya bersama Barcelona sudah tidak membuatnya bergairah. Ia perlu istirahat dan memilih tantangan lain di musim berikutnya. Ia tahu, Barcelona butuh perubahan.


Kemenangan demi kemenangan tampaknya membuat juara dunia antarklub 2015 itu jemawa. Kini, posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga dengan 76 poin terancam. Pasalnya, Atletico Madrid membuntuti di posisi ke-2 dengan jumlah poin yang sama.

Sementara Real Madrid siap mengkudeta keduanya di posisi ke-3 dengan 75 poin. 


Setiap laga di lima pertandingan sisa La Liga jelas akan mempengaruhi peta klasemen dalam beberapa waktu mendatang. Klub mana yang paling konsisten tentu bakal berhasil menggondol mahkota juara La Liga Spanyol.


Rangga Putra

Wartawan Borneonews