BORNEONEWS, Palangka Raya - Serapan anggaran Provinsi Kalimantan Tengah terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat masih sangat rendah, terutama dalam realisasi belanja barang.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kalteng Irwan Rintongah mengatakan, realisasi belanja barang hanya mencapai 6,94% hingga 31 Maret 2016. Ini lantaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) malas melakukan berbagai kegiatan di awap tahun.
"Awal tahun ini Kantor Dinas masih santai-santai, malas. Tidak ada yang langsung membuat kegiatan. Padahal kalau ada kegiatan pasti serapan dana belanja barangnya tinggi," ungkap Irwan dalam paparannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Program-Program Pembangunan Provinsi Kalteng Triwulan 1 yang digelar di Aula Bappeda Kalimantan Tengah, Selasa (19/4/2016).
Ia mengatakan, selain kebiasaan menunda pekerjaan di awal tahun, faktor kesiapan SDM pengelola keuangan juga menjadi salah satu hambatan penyerapan terhadap dana transfer ini. Khusus untuk dana Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan terhambat lantaran belum adanya Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Lembaga.
Sementara untuk penyerapan anggaran belanja modal ia justru memberi apresiasi. Jika tahun 2015 realisasi belanja modal hanya mencapai 6,28%, tahun 2016 ini sudah mencqpai 11,95%.
"Realisasi belanja modal yang biasanya rendah di awal tahun, tahun ini justru sudah mencapai 11,64 persen. Kita apresiasi ini," pungkasnya.
Untuk mencegah keterlambatan dan rendahnya realisasi, ia meminta agar SKPD jangan menunda pekerjaan hingga akhir tahun dan santai-santai di awal tahun. Selain itu jika terjadi pergantian pejabat, tidak usah menunggu SK baru kerja. (TESTI PRISCILLA/m)


