BORNEONEWS- Katingan: Kebijakan pemerintah Kabupaten Katingan mengagendakan kegiatan tiwah massal setiap tahun. Selain bertujuanuntuk membantu masyarakat yang tidak mampu juga sebagai wadah yang dapatmeningkatkan sektor parisiwata. Yaitu untukmenarik wisatawan lokal, nasional hingga internasional berkunjung ke daerahberjuluk Bumi Penyang Hinje Simpei itu.
Demikian diutarakan oleh BupatiKatingan Ahmad Yantenglie terkait pelaksanaan tiwah massal yang akandiselenggarakan di Desa Tumbang Manggo, Kecamatan Sanaman Mantikei pada bulan Mei mendatang.
"Tiwah massal ini memang sebenarnyaadalah upacara umat Hindu Kaharingan. Namun, di sisi lain karena upacara inimemiliki nilai budaya yang unik dan tinggi, menjadikan tiwah massal dapatmemancing minat wisatawan mengunjungi acara tiwah massal," kata AhmadYantenglie kepada wartawan, di Kasongan, Selasa siang (19/4/2016).
Dia menyebutkan, kegiatan tiwahmassal di Sanaman Mantikei yang dilakukan untuk sekitar 60 orang almarhum tersebut merupakanlanjutan dari tiwah massal yang sebelumnya telah digelar di Desa Tewang Rangas,Kecamatan Tewang Sanggalang Garing.
"Melalui upacara tiwahmassal ini semua masyarakat, pecinta seni dan budaya bisa menyaksikannya.Seperti yang kita gelar tahun kemarin di Tewang Rangas terbilang cukup sukses. Karena selainmasyarakat lokal juga dihadiri dari wisatawan dari luar negeri," imbuhnya.
Untuk itulah, orang nomor satu diBumi Penyang Hinje Simpei itu berharap untuk pelaksanaan tiwah massal kali inidapat lebih maksimal lagi meningkatkan sektor pariwisata budaya.
"Pemerintah daerah melaluiDinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata melakukan berbagai upayauntuk mempromosikan kegiatan tiwah massal ini agar dapat memaksimalkan jumlah wisatawanuntuk menyaksikan upacara tiwah," pungkasnya. (rul/*)


