PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hingga saat ini, Pemprov Kalteng terus berupaya meningkatkan kolaborasi bersama pihak terkait dalam rangka melakukan penanganan stunting yang masih terjadi di provinsi ini.

"Salah satunya dengan BKKBN, kita meningkatkan kolaborasi dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kalteng, karena dari data yang ada masih tinggi," kata Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Sabtu, 14 Oktober 2023.

Edy mengungkapkan, berdasarkan data sampai dengan tahun 2023 ini angka prevalensi stunting di Kalteng yakni masih sebesar 26,9 persen dari target 23,24 persen. Oleh karena itu penanganannya perlu perhatian serius.

Edy mengatakan, meningkatkan kolaborasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mempercepat penanganan stunting di Kalteng ini, terlebih dengan BKKBN terutama penguatan, akurasi dan sinkronisasi data-data stunting.

Edy menyebut, dengan adanya data yang selaras dan akurat tentu akan dapat menghasilkan kebijakan tepat dalam upaya percepatan stunting di wilayah Bumi Tambun Bungai ini, sehingga persoalan kesehatan tersebut bisa terselesaikan.

--page


"Penyediaan data stunting harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, sehingga penanganan stunting dapat dengan cepat ditangani. Harapan kita pastinya dengan upaya dan kolaborasi angka prevalensi stunting bisa terus turun dan target yang ditentukan bisa tercapai," tukasnya. (DONNY D/Y)