KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Ada ratusan hektare lahan di Kabupaten Gunung Mas yang terbakar sepanjang Januari - September 2023, baik lahan milik masyarakat maupun milik perusahaan.

"Sejak Januari 2023, sudah ada 953 lahan yang terbakar. Lahan terbakar tersebut ada yang milik masyarakat, ada yang milik perusahaan besar swasta (PBS)," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Mas Champili melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Damai, Sabtu, 14 Oktober 2023.

Dia melanjutkan, sedangkan dari Januari hingga September 2023 ada 1076 titik panas atau hotspot di Gunung Mas dengan rincian Kecamatan Manuhing ada 165 hotspot, Kecamatan Manuhing Raya ada 121 hotspot, Rungan 328 hotspot, Rungan Hulu ada 62 hotspot, Rungan Barat ada 47 hotspot, Kecamatan Sepang ada 29 hotspot.

Lalu di Kecamatan Mihing Raya ada 72 hotspot, Kurun ada 27 Hotspot, Tewah ada 106 hotspot, Kahayan Hulu Utara ada 29 hotspot, Damang Batu ada 53 hotspot dan Kecamatan Miri Manasa ada 37 hotspot.

Kemudian Damai mengatakan bahwa ketika ada kebakaran hutan dan lahan, BPBD Gunung Mas melakukan pemadaman bersama dengan pihak terkait lain seperti polres Gunung Mas, masyarakat pedui api, manggala agni dan lainnya.

--page


"Saat ini status di Kabupaten Gunung Mas yaitu siaga darurat belum tanggap darurat," Jelasnya. 

Pada musim kemarau ini, Damai mengimbau masyarakat khususnya di Kabupaten Gunung Mas agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (RISKA YULYANA/Y)