BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama beberapa waktu terakhir, Kota Palangka Raya diselimuti kabut asap hingga membuat udara menjadi tidak sehat. Bahkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kerap kali masuk zona berbahaya.
Jika kondisi ini terus berkepanjangan, dampaknya akan semakin besar. Selain menggangu kesehatan, sektor pendidikan dan lainnya juga turut terdampak.
Berkaca dari kondisi ini, banyak masyarakat yang merindukan udara segar. Bisa merasakan kebebasan untuk bernapas, tanpa harus khawatir tentang partikel berbahaya yang akan masuk ke dalam paru-paru.
"Ya, pengen kembali normal lagi. Asap ini cukup menggangu kita saat beraktivitas. Saya harap, pihak pemerintah dapat menuntaskan permasalahan asap ini akibat dari kebakaran hutan dan lahan. Sehingga, kita semua bisa menghirup udara segar, bebas asap," kata salah seorang warga Palangka Raya, Jefri, Sabtu, 14 Oktober 2023.
Ia juga meminta pemerintah setempat untuk menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab atau korporasi yang diduga terlibat membakar lahan. Jangan sampai, asap ini selalu menjadi agenda tahunan di musim kemarau.
--page
Sementara itu, warga lainnya Widiasari mengaku gembira apabila ada hujan turun membuat asap berkurang. Ia menyampaikan, menghirup udara segar yang bebas dari asap, menjadi kerinduannya.
"Kalau ada hujan deras mengguyur itu rasanya tertolongkan, hirup asap jadi berkurang. Akan tetapi, bila tidak ada hujan, asap makin tebal," ucapnya. (MARINI/Y)









