PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama 3 hari Museum Balanga melaksanakan ritual Mamapas Manyadingen Ganan Ramu pada 15 dan 17 Oktober 2023 di area UPT. Museum Balanga, Jalan Tjilik Riwut Km. 2.5 Palangka Raya. 

Tujuan ritual ini untuk menghalau pengaruh negatif dan mendinginkan benda koleksi seperti balanga, guci, sapundu, mandau, tombak dan benda-benda warisan leluhur lainnya.

Saat ini semua benda itu disimpan di ruangan koleksi dan konservasi Museum Balanga. Koleksi tersebut sarat akan sejarah dan budaya masa silam suku Dayak dan masih sangat dihormati bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Pelaksanaannya dilakukan oleh para basir atau rohaniawan Kaharingan. Tanggal 15 Oktober 2023 jadwalnya minjam Basir (menjemput Basir/Rohaniawan) mempersiapkan sarana balian, Munduk Balian, lanjutan munduk balian (Tantulak Dahiang Lapik, dan Balian Manurung.

Lanjut lagi, Senin 16 Oktober 2023 pemotongan hewan kurban, Balian marawei sekaligus Balian karunya, dan Balian manjung kuluk metu.

Hari terakhir, Selasa 17 Oktober 2023 Balian mimbul takuluk metu, Balian pabuli sangiang, dan mengantar basir kembali ke tempat masing-masing.

--page

"Setelah selesai Balian Pabuli Sangiang di hari ketiga, maka kegiatan ritual manyadingen ramu juga berakhir, " ucap Kepala Museum Balanga Hartini Titin, Minggu, 15 Oktober 2023. (MARINI/R)