PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Smart Cakrawala Aviation Koordinator Lapangan TMC Kalteng, Beatrix Indayani mengatakan tingginya jumlah titik panas di Bumi Tambun Bungai sejak September 2023 mengakibatkan sebagian besar wilayah Kalteng tertutup asap. 

BNPB menginisiasi pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan dilakukan di Kalteng. 

Sejak 3-15 Oktober pelaksanaan TMC dilaksanakan oleh BNPB dengan PT Smart Cakrawala Aviation sebagai operator dan pelaksana lapangan dengan dibantu pendampingan kegiatan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Didukung oleh dua pesawat Cessna Caravan milik PT Smart Cakrawala Aviation, operasi TMC di Kalteng difokuskan untuk melakukan penyemaian awan di area-area dengan jumlah titik panas yang tinggi. 

“Hingga 15 Oktober 2023, kami telah melakukan 22 sorti penerbangan penyemaian awan dengan total bahan semai berupa larutan yang telah dipakai sebanyak 33.000 liter,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Oktober 2023 

Memasuki pertengahan Oktober, dengan kondisi cuaca yang semakin mendukung pertumbuhan awan, kegiatan TMC mulai menunjukkan hasil.

Awan-awan target penyemaian mampu dioptimalkan untuk menjadi hujan dibeberapa area penyemaian awan. “Melalui hujan, diharapkan mampu mengurangi jumlah titik panas dan menurunkan tingkat kemudahan lahan terbakar,”tuturnya.

Selain itu Supervisor kegiatan TMC Kalteng, Bayu Prayoga, menjelaskan memasuki pertengahan Oktober, dengan kondisi cuaca yang semakin mendukung pertumbuhan awan, kegiatan TMC terus dioptimalkan. Awan-awan target penyemaian terus dioptimalkan untuk menjadi hujan dibeberapa area penyemaian awan. 

Melalui hujan, diharapkan mampu mengurangi jumlah titik panas dan menurunkan tingkat kemudahan lahan terbakar.

--page

“BRIN, pada kegiatan ini bertugas memberikan pendampingan untuk membantu dan memberi masukan kepada tim lapangan Smart Cakrawala Aviation dalam pelaksanaan operasi TMC. Bersama-sama, kami terus mendukung dan memberikan pendampingan agar operasi TMC berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah modifikasi cuaca sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan,” tambah Bayu.

Kegiatan TMC di Kalteng direncanakan akan terus dilaksanakan hingga 18 Oktober 2023 dengan terus melihat peluang dan prospek cuaca ke depan.

“Prinsipnya, kegiatan akan dilakukan hingga idealnya cuaca di Kalteng sudah membaik, yang ditandai dengan berkurangnya jumlah titik api, semakin sehatnya nilai ISPU, dan hujan yang telah terjadi secara merata di Kalteng,” pungkasnya. (APRIANDO/R)