SEDIKITNYA 10 dari 17 Kecamatan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diprediksi rawan bencana alam banjir.


“Berdasarkan hasil pemetaan ada 10 kecamatan dan puluhan desa yang rawan banjir,” kata Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) Sutoyo di Sampit, Selasa (19/4/2016).


Dia mengatakan, 10 kecamatan yang rawan banjir di Kotim itu meliputi wilayah utara Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Kota Besi dan Cempaga Hulu. Kecamatan dalam Kota Sampit, yakni Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.


Wilayah selatan masing-masing Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit.


Menurut Sutoyo, dari 10 kecamatan rawan banjir tersebut kecamatan Antang Kalang merupakan daerah yang paling rawan, sedikitnya ada 11 desa yang menjadi langganan banjir.


Ke-11 desa langganan banjir di wilayah Kecamatan Antang Kalang tersebut masing-masing Desa Tumbang Gagu, Tumbang Hejan, Tumbang Ngahan, Tumbang Maya, Kuluk Telawang, Tumbang Sepayang, Tumbang Rame, Tumbang Kalang, Buntut Nusa, Sungai Puring dan Sungai Hanya.


Pihak BPBD terus memantau daerah rawan banjir tersebut sehingga jika terjadi bencana bisa dengan cepat dilakukan penanganan.


“Kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah kecamatan rawan banjir untuk selalu waspada, sebab banjir bisa datang sewaktu-waktu,” katanya.


Untuk mengantisipasi bencana alam banjir di daerah itu, kata dia, saat ini tim terpadu telah disiagakan.


Tim terpadu siaga darurat banjir tersebut terdiri dari beberapa instansi, yakni BPBD BLH, Basarnas, PMI, Polair Polda Kalteng, Dinas Kesehatan, BMKG Bandara Haji Asan Sampit.

(ANT/B-7)