Satu unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Desa Riam Batang, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan,
Kalimantan Tengah rusak akibat tanah longsor. “Saat ini PLTMH Desa Riam Batang rusak dan tidak bisa difungsikan akibat longsoran tanah dari bukit-bukit yang ada di sekitarnya,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Seruyan Pieter Manginte di Kuala Pembuang, Senin (19/4/2016).
Ia mengatakan, PLTMH Desa Riam Batang dengan kapasitas 15 kilowatt tersebut sudah beberapa kali rusak dan mengalami perbaikan akibat tanah longsor. Karena seringnya rusak, maka pihak Distamben sedang melakukan survey dan kajian ulang untuk mencari cara yang tempat dalam memperbaiki PLTMH Desa Riam Batang yang berdekatan dengan perbatasan Seruyan dan Kabupaten Melawi, Kalbar.
“PLTMH di Desa Riam Batang itu sudah berkali-kali rusak dan berkali-kali pula kita memperbaikinya, sehingga langkah selanjutnya kita tidak bisa memperbaiki itu dengan sembarangan, dan harus kita survey serta kaji ulang terlebih dahulu,” katanya.
Sementara, Anggota DPRD Seruyan Atinita meminta kepada pemerintah agar bertindak cepat untuk memperbaiki PLTMH yang rusak mengingat listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. “Kita mengharapkan agar PLTMH itu segera diperbaiki agar warga Desa Riam Batang dapat kembali menikmati listrik,” katanya.
Politisi Golkar ini menambahkan, apabila tidak segera diperbaiki, ia khawatir bukan hanya aktivitas masyarakat yang terganggu, tapi akan menimbulkan stigma negatif karena mengabaikan kebutuhan masyarakat terpencil yang sudah cukup lama tidak menikmati listrik. “Ini juga sebagai bentuk keadilan bagi desa yang belum memiliki penerangan. Selain itu, dengan adanya listrik maka warga desa juga akan merasa bahwa mereka juga diperhatikan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Bahkan, karena sering rusak, warga di Desa Riam Batang meminta kepada Pemerintah Seruyan agar mengganti PLTMH dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Sehubungan dengan rusak dan tidak berfungsinya PLTMH, maka warga meminta agar pembangkit listrik itu digantikan saja dengan PLTS,” katanya. (ANT/B-8)


