SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah diperpanjang 3 kali, dan hari ini ditambah kembali selama sepekan.

"Kami sudah perpanjang status tanggap darurat karhutla ini 3 kali. Yang pertama penetapan, lalu perpanjangan selama 7 hari, selanjutnya diperpanjang 14 hari, dan hari ini kita tetapkan kembali perpanjangan selama 7 hari," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam, Senin, 16 Oktober 2023.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari, Senin, 11 September 2023. Kemudian diperpanjang selama 7 hari pada 26 September hingga 2 Oktober 2023. Lalu diperpanjang kembali selama 14 hari pada 3-16 Oktober 2023.

Sedangkan rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla di Gedung Pusdalops Kantor BPBD Kotim, Senin, 16 September 2023, menetapkan status tanggap darurat karhutla kembali diperpanjang selama 7 hari hingga 23 Oktober 2023.

Rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel.

--page

Rihel mengatakan, pertimbangan perpanjangan tersebut karena berdasarkan paparan BMKG bahwa Oktober dasarian III wilayah hulu memasuki musim hujan namun wilayah selatan diprediksi belum ada hujan.

Status tanggap darurat akan dievaluasi kembali, dengan mempertimbangkan potensi terjadinya hujan setelah 23 Oktober 2023.

"Jika seperti Prakiraan tadi bahwa wilayah utara sudah hujan tetapi Selatan tidak hujan sehingga nanti tidak menutup kemungkinan jika perpanjang lagi jika tidak ada hujan," katanya. (DEWI PATMALASARI/H)