BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Nuryakin berharap program Gerakan Pangan Murah (GPM) berimbas positif terhadap masyarakat.
“Diharapkan program ini bisa membantu masyarakat dan juga menekan inflasi,” ungkap Nuryakin, usai mengikuti rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) di Dishanpang Kalteng, Senin, 16 Oktober 2023.
Nuryakin menuturkan GPM merupakan program serentak di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, dalam rangka menjaga keseimbangan harga pasokan dengan ketersediaan pangan.
Sebagai informasi, berdasarkan rilis resmi BPS Kalteng pada awal Oktober 2023, tercatat inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,40 pada September 2023.
Data mencatat dari 90 kota IHK, 73 kota mengalami inflasi, sedangkan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,41 persen dengan IHK sebesar 121,63 dan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,70 persen dengan IHK sebesar 119,96.
Inflasi tahun kalender September 2023 terhadap Desember 2022 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 1,52 persen dan inflasi tahun ke tahun September 2023 terhadap September 2022 sebesar 1,88 persen.
--page
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada September 2023 antara lain beras, bensin, ketimun, kacang panjang, ikan nila, es, buncis, ikan lele, biaya pulsa ponsel, dan solar. (HERMAWAN DP/R)








