SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera lakukan kalibrasi terhadap alat pemantau kualitas udara yang berada di Kantor DLH setempat.

"Karena memang sempat terjadi anomali data Indeks standar pencemaran udara (ISPU) Rabu, 11 Oktober 2023. Sehingga kami bersurat agar dilakukan kalibrasi," kata Sekretaris DLH Kotim Joni Parwoto saat rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla di Gedung Pusdalops Kantor BPBD, Senin, 16 Oktober 2023.

Anomali data ISPU tersebut terdeteksi dari kualitas udara yang semula bagus tiba-tiba melonjak menjadi berbahaya.

Pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada KLHK, kemudian data tersebut divalidasi. Dengan bantuan oleh pusat, beberapa alat ada yang harus dibersihkan.

"Kami dengan petunjuk KLHK melakukan maintenance, bukan kalibrasi. Karena kalibrasi bukan kewenangan kami," ujar Joni.

Kata dia, sesuai standar operasional prosedur (SOP) kalibrasi harus dilakukan oleh Kementerian dan dijadwalkan selama 4 bulan sekali.

--page

Semula, diperkiraan akhir Oktober kalibrasi dilakukan untuk alat pemantau kualitas udara di Kotim. Namun dimundurkan Desember karena banyak stasiun pemantau kualitas udara di Indonesia yang harus dilakukan kalibrasi, terutama yang telah 1 tahun belum dilakukan tindakan tersebut. 

"Kami sudah bersurat, harapan kami segera dilakukan kalibrasi karena Kotim salah satu daerah yang terus dipantau Kementerian. Dan alat ini sudah terjadi anomali data satu kali," harapnya. (DEWI PATMALASARI/R)