SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur mengatakan kualitas udara di daerah ini melandai 1-15 Oktober 2023, namun masih dalam kategori tidak sehat. 

"Kami informasikan bahwa data indeks standar pencemaran udara (ISPU) per 1 hingga 15 Oktober trend terjadi penurunan tetapi masih statusnya tidak sehat," kata Sekretaris DLH Kotim Joni Parwoto saat rapat evaluasi status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gedung Pusdalops Kantor BPBD setempat, Senin, 16 Oktober 2023.

Kata dia, perkembangan data ISPU selaras dengan munculnya kejadian kebakaran. Semakin banyak kejadian maka ISPU semakin tinggi.

"Bahkan hari ini posisi kita 164 PM 2,5 dan 87 PM10. Artinya kondisi udara kita kuning itu tidak sehat," ujarnya.

Kotim saat ini posisinya 5 besar kualitas udara terburuk di Indonesia. Dalam periode 5 hari terakhir walaupun kondisi udara tidak berbahaya, tetapi daerah ini selalu masuk 5 besar udara terburuk nasional.

Joni mengatakan, asyarakat dapat memantau kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur setiap jam melalui aplikasi ISPUnet. Dari aplikasi yang baru update bahkan dapat memantau ranking kualitas udara di Indonesia.

"Silahkan di-update sehingga informasinya benar-benar baru, fresh dan lebih luas," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)