BORNEONEWS, Palangka Raya - Perlu inspirasi kaderisasi Dai dalam menghadapi perubahan. Hal ini diungkapkan dalam pengajian dwimingguan PCM Pahandut pada Minggu, 15 Oktober 2023 berlangsung di ruang rapat SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya.
Ketua PCM Pahandut, Ahmad Wahyu Cahyono menyampaikan terima kasih atas kehadiran para jemaah dan mengajak untuk menggiatkan kembali pengajian dwimingguan setelah sempat istirahat beberapa bulan meskipun pengurus PCM Pahandut yang baru belum dilantik.
Berikutnya Ustaz M Ihsan memberikan tausiah kepada puluhan jemaah yang hadir, termasuk beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah, Palangka Raya.
Dalam tausiah ia mengajak agar para jemaah tetap bersemangat hadir dalam pengajian. Majelis pengajian harus terus diaktifkan secara konsisten atau Istiqomah dan bisa menginspirasi untuk melahirkan kader para dai.
"Letak kaderisasi bukan hanya kaderasi formal kepengurusan organisasi. Kaderisasi dai juga perlu. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah peserta Pendidikan Kader Ulama Muhammadiyah atau PKUM juga perlu belajar siap menjadi dai yang bisa tampil mengisi pengajian sekaligus menghadapi perubahan agar tetap berkemajuan," tuturnya.
Pengajian dengan bertemu langsung itu sangat penting sebagai wahana untuk menuntut ilmu dan menguatkan silaturahmi. Keutamaan Hadir langsung lebih baik daripada mengikuti pengajian hanya lewat gawai.
Lebih lanjut jemaah diajak untuk lebih tegak dan teguh mengamalkan ajaran Islam dengan berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan hadits Rasulullah.
"Sangat penting kita pahami sebuah sabda Rasulullah Saw yang artinya, Akan datang suatu zaman pada manusia, di mana pada waktu itu tidak tinggal Islam kecuali namanya saja, Dan tidak tinggal Al-Quran melainkan tulisannya saja, Masjid-masjid dibangun megah namun kosong dari petunjuk, Dan ulama mereka adalah makhluk yang terjelek yang berada di kolong langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan sungguh, fitnah, itu akan kembali kepada mereka," tuturnya.
--page
Situasi suatu zaman yang telah disabdakan Rasulullah Saw itu tampaknya pun kini mulai terlihat. "Kita bisa melihat begitu banyak ironi, seperti banyak masjid makmur dan megah, tetapi jemaah salat fardu sedikit. Al-Qur'an banyak dicetak dan dipajang serta diperlombakan, tetapi tidak banyak yang mengamalkannya," tambahnya.
Berkaitan dengan itu, tentu sebagai muslim menurutnya harus tetap berpegang pada dua perkara yang ditinggalkan Nabi Muhammad Saw agar kita tidak tersesat, yaitu Alquran dan hadits. (TESTI PRISCILLA/R)









