SAMPIT –

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam saat rapat evaluasi status tanggap darurat karhutla, Senin, 16 Oktober 2023. (FOTO: DEWIP)

BORNEONEWS, Sampit - Dana sebesar Rp 1,2 miliar digelontorkan untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Dana tersebut total dari yang telah dikeluarkan sejak penetapan status siaga darurat karhutla hingga tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam.

Dia memaparkan anggaran selama penanganan bencana karhutla dalam rapat evaluasi status tanggap darurat yang dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel di Gedung Pusdalops Kantor BPBD setempat, Senin, 16 Oktober 2023.

Kata dia, saat penetapan status siaga darurat karhutla, 23 Juni hingga 30 September 2023, didanai oleh Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) sebesar Rp 509.765.210.

Sedangkan penetapan status tanggap darurat selama 14 hari, 12-25 September 2023, bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 261.170.000.

"Status tanggap darurat kita perpanjang selama 7 hari hingga 2 Oktober 2023 dana BTT sebesar Rp 132.160.000," imbuhnya.

Status tanggap darurat bencana karhutla kembali diperpanjang selama 14 hari hingga 16 Oktober 2023, digelontorkan dana BTT sebesar Rp 318.145.000.

"Berdasarkan rapat evaluasi hari ini, status tanggap darurat diperpanjang ketiga kalinya. Untuk dana BTT akan kami ajukan kembali," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)