Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kumai, PT Pelni, Dharma Lautan Utama (DLU), tengah mengevaluasi angkutan Lebaran 2016 via kapal laut bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar). Laporan jumlah armada dan jadwal keberangkatan sedang dalam pembahasan dengan Bupati Kobar.
“Kami sedang mengevaluasi bersama pemerintah Kobar untuk jumlah kapal dan keberangkatan dari H-15 sampai H+15 Lebaran, mengingat saat ini sudah mulai mendekati momen mudik Lebaran,” ungkap Kepala Operasional PT Pelni Cabang Kumai-Pangkalan
Bun, Saiful Ghozi, Selasa (19/4/2016).
Terlebih, lanjut dia, saat ini armada milik PT Pelni yakni Kapal Motor (KM) Egon sudah tak melayani rute Kumai-Semarang. KM Egon ditarik ke Surabaya untuk melayani rute Surabaya-Makasar.
“Nanti kita tunggu hasilnya, Pemkab Kobar akan meminta penambahan armada kapal laut dan jumlah kol berapa untuk arus mudik tahun ini,” kata Saiful.
Ia menyebutkan, pada 2015 PT Pelni menyiapkan lima kapal untuk melayani pemudik dari pelabuhan Panglima Utar Kumai. Yaitu KM Egon, Leuser, Awu, Bukit Raya, dan Lawit.
Sementara Kepala Cabang DLU Kumai, Herdi Dwi Asmoro, mengatakan, pada musim mudik lebaran 2015 pihaknya menyiapkan lima armada untuk melayani pemudik jurusan Semarang dan Surabaya. Diantaranya KM Dharma Kencana 3, Dharma Kencana 2, Dharma Kencana, dan Satya Kencana 3.
Pembatasan penumpang
Ia memperkirakan, pembatasan jumlah penumpang kapal laut masih akan berlaku. Pasalnya, Kementerian Perhubungan belum mengeluarkan kebijakan pencabutan.
“Kalau tidak ada kebijakan baru, tetap mengacu pada kebijakan tentang pembatasan jumlah penumpang,” kata Herdi.
Kepala KSOP Kumai, Junaidi juga mengaku tengah melakukan kordinasi dengan Pemkab Kobar untuk mempersiapkan jumlah armada dan jadwal keberangkatan kapal. “Kita evaluasi dan diperbandingkan untuk mencegah penumpukan penumpang di pelabuhan,” katanya.
Namun, sejauh ini, belum ada perkiraan berapa jumlah kapal yang akan disiapkan untuk melayani angkutan Lebaran yang jatuh pada Juli nanti. “Memang harus dari sekarang persiapannya, kalau didadak, repot,” katanya. (B-1)


