SAAT ini para petani di wilayah Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau dirundung cemas.
Bagaimana tidak, tanaman kelapa saat ini diserang kawanan kera. Camat Kahayan Kuala, Nadie Rustam mengatakan hama kera yang menyerang kebun kelapa ini sangat luar biasa.
“Sudah lebih setahun hama kera menyerang kebun kelapa dan buah kelapa dari yang besar hingga kecil habis dimakan kera,” kata Nadie, Selasa (19/4/2016).
Meski begitu para petani tetap berminat mengembangkan tanaman kelapa. Menurutnya masalah hama hewan primata yang menyerang kebun kelapa hingga kini masih belum ditemukan cara untuk mengatasi agar tanaman kelapa tidak diserang kera.
“Bahkan ada warga yang membuat perangkap, tapi belum mampu mengendalikan serangan kera. Persoalannya binatang ini tidak bisa dimakan,” imbuhnya.
Dia menyebut sudah ada ribuan hektare kebun kelapa yang diserang kera. “Karena keranya datang terus, maka pohon kelapannya sulit berbuah, karena yang masih kecil juga dimakan,” imbuhnya lagi.
Namun sebagian tanaman kelapa masih bisa bertahan karena lokasinya lebih dekat dengan permukiman.
Untungnya warga Bahaur tidak hanya bergantung dengan hasil buah kelapa.
“Bahaur tidak dominan tergantung kelapa dan sebagian sebagai nelayan, sedangkan perkebunan hanya sampingan saja, bahkan masyarakat menanam padi juga dikebunnya yang dipanen sekali setahun,” terangnya.
Dia mengatakan Kahayan Kuala merupakan wilayah yang diandalkan untuk komoditas tanaman kelapa, namun saat ini sudah mulai menurun.
Sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pulang Pisau, Slamet Untung Riyanto mengakui produksi tanaman kelapa mengalami penyusutan.
Padahal komoditas ini punya nilai ekonomis tinggi dan jika dikembangkan akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kalangan usaha.
“Semua bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan mulai buah, sabut, batok, daun, bungan hingga batang dan semuanya memiliki nilai ekonomis,” tandasnya. (B-6)


