BORNEONEWS, Palangka Raya - Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng, Gauri Vidya menilai Mamapas Manyadingen Ramu merupakan wujud dari bentuk toleransi.
Kegiatan membersihkan dan mendinginkan ramu berupa benda-benda pusaka khas suku dayak ini dinilai mampu menghilangkan sekat-sekat kelompok agama.
Walaupun kegiatan ini dilaksanakan oleh tokoh adat Hindu Kaharingan, namun mereka menyiapkan hewan penyembelihan sesuai dengan syariat islam.
“Tujuannya agar saat kurban tersebut dimasak dan disajikan, orang muslim bisa mencicipinya,” jelas Gauri dalam keterangannya, Senin, 16 Oktober 2023.
Menurutnya tidak semua penyelenggaraan tersebut menjadi eksklusifnya Hindu Kaharingan, tetapi didalamnya ada nilai-nilai toleransi yang ditonjolkan, karena yang hadir nanti dari lintas agama.
“Sehingga tidak lagi bicara kegiatan ini milik Hindu Kaharingan saja. Diharapkan hal ini akan menghilangkan sekat-sekat antar kelompok,” ungkapnya.
--page
“Walaupun dia milik dan diselenggarakan oleh Hindu Kaharingan, tetapi bisa dihadiri dan diikuti oleh pemeluk dari agama lain,” tambah Gauri. (HERMAWAN DP/R)








