PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mendorong Badan Usaha Milik Desa atau BumDes di Provinsi Kalimantan Tengah untuk bisa membuat program kerja aja Proker yang kreatif dan berdaya saing.

"Salah satu strategi peningkatan peran BumDes adalah dengan dengan mendorong BumDes untuk membuat program kerja yang kreatif dan berdaya saing tinggi," kata Otto pada Selasa, 17 Oktober 2023.

Dengan adanya skema usaha yang inovatif, maka BumDes dapat bekerja sama dengan stakeholders dan lembaga jasa keuangan seperti menjadi Agen Laku Pandai atau membuat unit usaha Lembaga Keuangan Mikro.

"Saya berharap adanya BumDes yang telah maju dan bekerja sama dengan berbagai stakeholders tersebut dapat menjadi inspirasi kepada BumDes lainnya agar semakin berkembang dan inovatif sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli desa," terang Otto Fitriandy.

Hal ini disampaikan Otto pula dalam Focus Group Discussion atau FGD bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan Tema "Strategi Penguatan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Provinsi Kalimantan Tengah" bertempat di Swiss BelHotel Danum Palangka Raya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 5 BumDes di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah antara lain BumDes Sumber Sejahtera Seruyan dari Kabupaten Seruyan, BumDes Berkah Mulya Jaya Mekar Mulya dari Kabupaten Lamandau, BumDes Bhinneka Usaha dari Kabupaten Barito Utara, BumDes Tetei Rejeki dari Kabupaten Barito Selatan, dan BumDes Maju Bersama dari Kabupaten Katingan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk Pengembangan Ekonomi Keuangan Inklusif di wilayah Pedesaan bekerjasama dengan BumDes sebagai inisiasi penggerak perkembangan di masing-masing wilayah di Kalimantan Tengah dengan nama program Lewu Pancasila Berkah," jelas Otto. (TESTI PRISCILLA/R)