DERBY Merseyside akan tersaji di Liga Primer Inggris pekan ke-34 kala Liverpool menjamu Everton di Stadion Anfield, Kamis (21/4/2016) dini hari.
Seperti sebelum-sebelumnya, laga derbi antara dua tim sekota itu diprediksi akan panas mengingat keduanya sama-sama mengejar poin penuh demi mendongkrak posisi di papan klasemen.
Saat ini the Reds--julukan Liverpool--berada di posisi delapan klasemen sementara dengan raihan 51 poin dari 33 laga. Tertinggal dua angka dari West Ham United yang duduk di posisi enam atau zona terakhir Liga Europa.
Sedangkan Everton berada di peringkat 11 dengan mengumpulkan 41 poin juga dari 33 laga. Hanya, the Toffees sudah tidak memiliki peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan. Meski begitu, skuat asuhan Roberto Martinez tetap memburu kemenangan demi menjauh dari zona degradasi.
Di luar dua kepentingan itu, pertarungan the Reds kontra the Toffees selalu sanggup membangkitkan gairah. Pasalnya, pertarungan itu mempertaruhkan gengsi kedua tim. Kubu yang mampu memenangi laga selalu dianggap lebih baik dari sang lawan, terlepas ada posisi berapapun mereka di papan klasemen.
Derby Merseyside yang sudah berseteru sejak 1962 memang cukup spesial. Makin terasa unik karena keduanya membawa isu kedaerahan.Karenanya tidak mengherankan bila para pemain kerap ‘kesetanan’ saat tampil di lapangan.
Akhirnya, berbagai cara dilakukan para pemain guna meraih tiga poin. Termasuk melancarkan terjangan-terjangan keras kepada lawan. Kadang, terjangan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencedarai andalan musuh.
Lantaran sering terjadi pelanggaran kasar, Derby Merseyside akhirnya dinobatkan sebagai pertarungan satu kota paling ‘kotor’ di Inggris. Status itu didukung dengan statistik di atas lapangan. Pada musim 2000--2001, Derby Merseyside bahkan menghasilkan 146 kartu kuning dan 16 kartu merah.
Dengan jumlah kartu sebanyak itu, tidak mengherankan jika laga Liverpool vs Everton akhirnya mendapat nilai fair play minus 5,9.
Akan tetapi, aksi keras di lapangan tidak terbawa sampai ke luar pertandingan. Sebaliknya, fans Liverpool dan Everton duduk bersebelahan tanpa ada kerusuhan. Itulah yang membuat laga ‘si Merah’ kontra ‘si Biru’ juga dikenal sebagai The Friendly Derby pada saat ini. Pasalnya, kedua fans memang banyak yang berasal dari satu keluarga. (Berbagaisumber/B-3)








