BORNEONEWS, Palangka Raya - Adanya pandemi covid-19 memberikan pengaruh terhadap pembangunan infrastruktur. Seluruh pembangunan sebelum pandemi wabah tersebut ditata ulang hingga mempengaruhi pembuatan rel kereta api Kalteng.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional, Kementerian PPN/Bappenas Sumedi Andomo Mulyo mengatakan bahwa hal itu telah dikoordinasikan.
"Pasti akan dibangun, namun perihal penundaan waktu saja, karena dari Kementrian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan Kalteng sudah membahas itu sudah ada jaringan untuk dibangun jalur rel kereta api," ujar Mulyo.
Penundaan ini atas dasar penyesuaian dengan program dari pemerintah pusat agar proyek tersebut bisa terealisasi, mengingat Kalteng bakal menjadi daerah penyangga ibu kota negara (IKN).
Ia juga menyatakan, Kalteng bakal jadi wilayah penyangga IKN, pasti dalam waktu dekat transportasi kereta api akan ke situ. Sembari, membutuhkan kerjasama dengan pihak investor untuk membantu pembangunan.
--page
"Mungkin pada momentum IKN dan juga konstrat pembangunan itu membuat pihak luar tertarik berinvestasi. Jadi, untuk pembuatan rel kereta api ditunda. Hal ini untuk waktu saja," katanya Sumedi saat melaksanakan press conference dengan awak media, bertempat di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis, 19 Oktober 2023.
Ia pun mempertegas pembuatan rel kereta api ditunda sementara, karena hal ini menyesuaikan dengan pembangunan IKN dan yang lainnya secara terurut juga dibangun. (MARINI/H)









