PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Sinergitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dengan Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Wilayah Tengah tahun 2023, yang dilaksanakan di Ballroom Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, Jumat, 20 Oktober 2023. 

Menghasilkan beberapa point penting yaitu :

Kemajuan pembangunan desa diukur dari meningkatnya persentase Desa Mandiri, Maju dan Berkembang, dimana indikatornya termuat dalam Indeks Desa Membangun (IDM). 

Dalam Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 80 Tahun 2022 tentang Indeks Desa Membangun, Provinsi Kalimantan Tengah masih memiliki 229 desa berstatus tertinggal, dari total 1.432 desa. 

Pada 2023, terdapat 194 Desa Mandiri di Kalimantan Tengah, namun masih ada sebanyak 143 Desa Tertinggal. 

Untuk menyikapi hal tersebut, Pemprov Kalteng yang disampaikan oleh Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan SDM (KSDM) Suhaemi meminta agar Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga Perangkat di desa dapat bersinergi bersama membangun desa di Kalteng.

 "Saya mengharapkan para pendamping desa dapat bekerja lebih keras lagi demi pembangunan desa berkelanjutan," harapnya, Jumat, 20 Oktober 2023. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalteng Aryawan menambahkan Sumber pembiayaan pelaksanaan rapat sinergitas tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"Secara umum tujuan pelaksanaan rapat sinergitas ini adalah mempererat jalinan kerjasama diantara semua pemangku kepentingan baik itu pemerintah provinsi, kabupaten dan seluruh tenaga pendamping profesional P3MD, terutama wilayah Tengah," tambahnya. (MARINI/R)