BORNEONEWS, Sampit - Yesminafi, 33, warga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru turun dari Kapal Kiranan III dari Surabaya-Sampit, tewas usai makan di salah satu warung di sekitar Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (20/4/2016). 


Pria yang hendak bekerja di salah satu perusahaan di Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu itu turun dari kapal sekitar pukul 18.00 WIB. Ia tewas sekitar pukul 20.00 WIB, usai makan malam di warung depan pelabuhan tersebut. 


"Belum diketahui pasti apa penyebab korban tewas. Karena hingga saat ini kami masih menunggu hasil visum dari dokter RSUD Dr Murjani Sampit," ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, melalui AKP Rizky Hidayat, Rabu (20/4/2016). 


Tidak ada bekas luka atau bekas kekerasan apapun di sekujur tubuh korban. Namun diduga kuat tewasnya Yusminafi akibat ada penyakit yang hingga saat ini masih belum diketahui. 


Sementara tewasnya korban bermula ketika ia bersama dua orang temannya yakni Aderias Lette dan Marsalina Talan turn dari Kapal Kirana III dari Surabaya sekitar pukul 18.00 WIB. Sesampainya di pelabuhan itu, mereka langsung menuju terminal mobil yang berada di depan, untuk menunggu jemputan dari teman mereka. 


Karena merasa lama dan lapar, korban dan Aderias memutuskan untuk makan malam di salah satu warung di depan terminal itu sekitar pukul 19.30 WIB.  


Saat makan, Aderias tidak melihat hal aneh dari perilaku korban. Bahkan tidak nampak ada penyakit apapun yang dideritanya.

 

Setelah makan di warung itu, mereka kembali ke terminal. Bahkan korban saat itu juga langsung menelepon sang istri di kampung, dan memberitahu bahwa dirinya sudah sampai di Kota Sampit. 


Usai menlpon sang istri, korban langsung ambruk dari tempatnya duduk. Ini membuat kedua temannya kaget, dan langsung menolongnya. Tetapi setelah diperiksa detak jantung oleh sejumlah warga yang ada di daerah tersebut, korban sudah tak bernyawa. 


Teman korban langsung menghubungi polisi dan membawanya ke RSUD Dr Murjani Sampit. 


"Setelah mendapatkan laporan itu, kami langsung menolongnya. Namun nyawanya tak terselamatkan," ucap Rizky. 


Sementara Marsalina, teman korban mengatakan, ia tidak mengetahui apakah Yesminafi itu memiliki riwayat penyakit atau tidak. Namun dari keterangan sang istri saat dihubungi olehnya melalui telepon genggam, korban tidak ada penyakit. 


"Kata istrinya tidak ada penyakit selama ini, dan tewasnya korban juga sangat membuat keluarganya syok," kata Marsalina. 


Saat ini korban sudah diterbangkan ke daerah asalnya di NTT, agar dapat disemayamkan. (M HAMIM/m)