BORNEONEWS, Nanga Bulik - Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah setempat untuk bersama-sama mencegah terjadinya konflik sosial. Khususnya menjelang Pemilu serentak tahun 2024.
“Agar Kabupaten Lamandau tetap kondusif dan tetap terjaga dari pertikaian khususnya berkaitan dengan suku, adat, ras, dan agama,” kata Lilis di Nanga Bulik, Sabtu, 21 Oktober 2023.
Menurutnya, ada dua konflik sosial yang rentan terjadi di Kabupaten Lamandau, yakni terkait dengan adat yang selalu dibenturkan karena adanya kepentingan dan kemudian adalah persoalan agama yang dipolitisir demi kepentingan oknum tertentu.
Sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, kata dia, maka pemerintah daerah perlu berupaya mencegah terjadi konflik sosial masyarakat. Dalam mencegah itu, ada tim terpadu yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk pengawasan dan penanganan.
Salah satu yang dilaksanakan pemerintah kabupaten dalam mencegah konflik sosial, terang dia, diantaranya melalui Badan Kesbangpol dengan melaksanakan rapat koordinasi dan fasilitasi rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial.
--page
Lilis menegaskan, konflik sosial menjadi perhatian serius. Maka diperlukan upaya serius dan penanganan sejak dini dalam menekan gejolak atau persoalan yang terjadi, agar tidak meluas dan berakibat fatal bagi kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, berbagai isu terbaru terkait polemik dalam hal perpolitikan juga sangat berpengaruh dan rentan memicu konflik sosial. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan teliti dalam menerima berbagai informasi, sehingga tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Mari sama-sama menjaga kondusivitas daerah,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/j)









