BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan Sampit Expo pada 7 Mei 2016 bakal lebih meriah. Kegiatan ini berbarengan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Selain Sampit Expo juga akan disinergikan dengan Pekan Kebudayaan dan Pariwisata Kotim. Kita harapkan dengan kita gabungkan kegiatan ini bias tambah meriah karena kita ingin menampilkan suasana baru dan sangat positif untuk masyarakat Kotim,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kotim, Mujiono, usai rapat persiapan, Rabu (20/4/2016).
Mudjiono mengungkapkan, persiapan Sampit Expo dan Pekan Kebudayaan dan Pariwisata sudah mencapai 90%. Panitia mempercepat persiapan karena rencana awal pada 1 Mei, namun diundur pada 7 Mei.
“Kenapa kita memilih awal bulan dengan harapkan pengunjung dari karyawan perusahaan kelapa sawit bisa menikmati suasana dan hiburan di Sampit Expo. Kita undur ini jangan sampai mengganggu khidmatnya umat beragama yang merayakan hari besar agama, begitu juga peringatan Hardiknas dan Hari Buruh,” ujarnya.
Untuk melaksanakan Sampit Expo pemerintah menggandeng event organizer (EO) untuk menyediakan stand, baik indoor maupun outdor. Sedikitnya 100 stand yang disiapkan, baik diperuntukan bagi SKPD maupun pelaku UMKM serta dealer-dealer mobil dan motor yang ikut berpartsipasi memeriahkan pesta tahunan itu.
“Informasi dari EO seluruh SKPD Kotim sudah mendaftar semua yang diindor, dan yang outdor banyak didominasi oleh dealer otomaotif,” ucap Mudjiono.
Selain stand yang disiapkan EO, panitia juga menyiapkan stand untuk pasar rakyat. Sebab, pengalaman setiap tahun animo masyarakat untuk mengikuti pasar rakyat sangat tinggi sehingga panitia harus mempersiapkan banyak lokasi untuk menampung semua pedagang yang ikut berpartisipasi.
“Hampir 80 pedagang dari dalam dan luar Kota Sampit mendaftar. Sudah kita antisipasi membeludaknya pedagang-pedagang, kita sudah siapkan lahan antisipasi tidak cukupnya stand-stand yang disiapkan panitia, seperti pasar rakyat sehingga tidak ganggu lalulintas keluar masuk ke Expo,” katanya.
Mudjiono juga menyampaikan alasan pemerintah daerah memindahkan pelaksanaan Sampit Expo ke lokasi yang baru. Sebab, dari evaluasi pihaknya selama Sampit Expo, pengunjung dan masyarakat selalu mengeluhkan kepadatan dan kesembrawutan lalulintas, terutama masalah parkir kendaraan.
“Karena persis lokasinya di jalur utama lintas kabupaten sehingga dari evaluasi itu kita perlu mencari lahan baru, yang nuansa keamanan dan kenyamanan dan juga ada suasana baru bagi masyarakat. Kebetulan ada pihak swasta menyanggupi menyediakan lahan,” ujarnya. (RAFIUDIN/m)


