BORNEONEWS, Mentawa Baru - Puluhan warga Jalan Iskandar 30, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak geger dan resah akibat bau tidak sedap yang keluar dari salah satu gudang penyimpanan drum bekas milik Zainal, Rabu (20/4/2016).
Akibat bau yang diduga sisa limbah gas tersebut membuat seorang ibu muntah dan dua orang balita hampir pingsan. “Pertama bau tersebut saya kira dari tabung gas tetangga yang bocor, namun setelah saya keluar rumah ternyata bau makin menyengat dan sangat aneh, hingga membuat saya muntah-muntah,” ujar Arbaniah, 43, seorang warga yang tinggal di sekitar tempat tersebut, Rabu (20/4/2016).
Bau tersebut tidak hanya membuat Arbaniah muntah-muntah, namun dua balita yang merupakan anak tetangganya juga hampir pingsan dan susah bernapas.
Bau itu juga membuat puluhan warga yang tinggal di kawasan tersebut berhamburan keluar dan mencari sumbernya. Ternyata setelah diperiksa, bau itu berasal dari gudang penyimpanan drum bekas, yang tepat berada di pelabuhan rakyat tersebut.
Merekapun langsung melaporkannya kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian. Hal itu dilakukan karena mereka sangat khawatir bau tersebut akan membahayakan kesehatan mereka. Apalagi aroma itu tidak hanya tercium dari jarak dekat saja. Namun ratusan meter, dan mengikuti arah angin.
Sementara sang pemilik gudang saat dikonfimasi mengatakan, ada 60 drum bekas yang didatangkannya dari daerah Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Dari puluhan drum tersebut, ada sembilan drum berwarna putih, yang mengeluarkan bau tidak sedap itu.
Ia mengaku sudah membuang sisa isi dalam sembilan drum tersebut ke semak-semak yang berada di pinggiran Sungai Mentaya. “Sudah saya buang ke semak-semak sisa isi dalam drum tersebut, namun tetap saja baunya tidak hilang,” kata Zainal.
Kapolsek Ketapang Kompol Rio Alexander Panelewen yang datang langsung ketempat itu mengatakan, memang ada laporan warga yang sangat terganggu dengan bau tidak sedap dari gudang milik Zainal. Namun hal itu masih kami selidiki.
“Masih kami lakukan penyelidikan, guna mengetahui apakah cairan yang ada di dalam drum tersebut merupakan jenis zat kimia berbahaya atau tidak,” ungkap Rio. (MH/B-7)


