BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan masalah kesehatan jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat dunia.
"Satu atau lebih gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25 persen dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya," ungkap Suyuti saat Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa Provinsi Kalteng di Neo Hotel Palangka Raya.
Ia menyebutkan World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 24 persen pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa.
Gangguan jiwa yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer antara lain adalah depresi dan cemas.
Gejala tersebut baik sebagai diagnosis tersendiri maupun komorbid dengan diagnosis fisiknya (World Health Report 2001).
Suyuti menyampaikan tidak sedikit masalah kesehatan jiwa yang dialami juga oleh usia produktif. (HERMAWAN DP/R)








