PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar.

Masyarakat dalam usia produktif tak lepas dari ancaman gangguan kesehatan jiwa seperti gangguan emosional maupun psikotik.

Ia menyebut berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), data nasional untuk gangguan mental emosional seperti gejala depresi dan cemas yang dideteksi pada penduduk usia lebih besar atau sama dengan 15 tahun atau lebih, dialami oleh 9,8 persen penduduk atau lebih dari 19 juta jiwa.

Sedangkan gangguan jiwa berat atau psikotik dialami oleh 6,7 per 1000 atau lebih dari 1.700.000 jiwa. Sebesar 14 persen dari gangguan psikotik tersebut atau lebih dari 200.000 kasus mengatakan pernah dipasung.

“Tidak sedikit masalah kesehatan jiwa tersebut dialami oleh usia produktif, bahkan sejak usia remaja," ungkap Suyuti saat Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa Provinsi Kalteng di Neo Hotel Palangka Raya.

Kemudian, depresi juga dapat terjadi pada masa kehamilan dan pasca persalinan, yang dapat mempengaruhi pola asuh serta tumbuh kembang anak. (HERMAWAN DP/R)