PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dokter hewan di Klinik Hewan Paw's Health Palangka Raya, deh Dinda Rahma Hadiputri mengatakan bahwa kondisi kucing hutan yang dievakuasi Jumat lalu masih sehat serta insting liarnya masih ada.

"Sejak saat diantar kesini Jumat siang itu sorenya kami kasih makan ayam mentah, memang dia nggak langsung makan karena kita ada, saat kita nggak ada dia langsung makan," kata drh Dinda kepada Borneonews pada Minggu, 22 Oktober 2023.

Secara keseluruhan, kondisi kesehatan Predator Puncak Kalimantan ini dalam kondisi baik.

"Kondisi kesehatannya kalau saya lihat bagus, dia menjilat-jilat badannya, matanya jernih, tidak ada leleran hidung, cuma memang kotorannya agak lembek mungkin dipengaruhi stres," jelasnya.

Dinta juga mengatakan bahwa kucing hutan yang masih anakan ini terlihat kurus kemungkinan karena kurang makanannya.

"Kelihatannya makanannya kurang. Untuk usianya kemungkinan lima bulan, kurang dari setahun, tapi sudah bisa lepas dari induknya," bebernya lagi.

Sementara itu Pengelola RSAT Palangka Raya, relawan yang bergerak dalam kesejahteraan hewan, Agung Priantoko mengatakan bahwa kucing hutan yang terbilang sudah langka ini ditemukan di pemukiman warga Palangka Raya pada Jumat, 21 Oktober 2023. Kucing hutan ini terbilang langka lantaran populasinya yang sudah tidak banyak.

"Kami kemarin dapat laporan dari warga bahwa ada kucing nyasar, ternyata itu kucing hutan yang langka jadi kami amankan dulu sementara," kata Agung kepada Borneonews.

--page

Menurut Agung, dalam melakukan evaluasi hewan terlantar memang biasanya dirinya menerapkan SOP untuk membawa hewan tersebut ke dokter hewan untuk penanganan awal.

"Kami bawa ke klinik hewan karena memang SOP kami demikian. Penanganan awal harus ke dokter hewan dulu. Ini kami masih koordinasi dengan pihak terkait yang biasa menangani wild life bagaimana untuk selanjutnya ini. Yang penting sekarang berada di bawah penanganan dokter hewan," kata Agung lagi. (TESTI PRISCILLA/R)