BORNEONEWS, Palangka Raya - Kucing hutan yang ditemukan masuk ke pemukiman warga pada Jumat lalu disinyalir kabur dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Jalan Gurame beberapa waktu lalu.
Meski disinyalir kabur saat karhutla, dokter hewan yang merawat satwa liar ini menyebut tidak ada luka bakar di tubuhnya.
Memang pemukiman warga yang didatangi anakan kucing hutan ini masih berdekatan dengan lokasi Karhutla bulan lalu, ditambah lagi kawasan tersebut berdekatan dengan rawa-rawa yang menjadi habitat Predator Puncak Kalimantan ini.
"Memang saat diantarkan kesini pihak RSAT Palangka Raya mengatakan kemungkinan kucing hutan ini kabur dari habitatnya karena karhutla yang lalu," kata drh Dinda Rahma Hadiputri, dokter hewan praktek di Paws Health Palangka Raya pada Minggu, 22 Oktober 2023.
Memang laporan pertama datang dari warga kepada RSAT Palangka Raya, relawan yang bergerak dalam kesejahteraan hewan. Kemudian, RSAT mengevakuasi kucing hutan ini dari rumah warga dan mengantarkannya ke Klinik Hewan.
"Kalau dari kita lihat tidak ada luka bakar cuma kemungkinan keluar dari habitatnya karena asap dan tidak bisa kembali lagi ke habitatnya atau karena asap jadi dia tidak berani kembali," tutur Dinda lagi.
Secara keseluruhan, kondisi kesehatan Predator Puncak Kalimantan ini dalam kondisi baik.
--page
"Kondisi kesehatannya kalau saya lihat bagus, dia menjilat-jilat badannya, matanya jernih, tidak ada leleran hidung, cuma memang kotorannya agak lembek mungkin dipengaruhi stres dan kekurangan makanan," jelasnya.
Dinda juga mengatakan bahwa kucing hutan yang masih terbilang anakan yang berusia sekitar lima bulan, belum sampai setahun, namun sudah lepas dari induknya. (TESTI PRISCILLA/R)









