BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta perusahaan swasta baik perkebunan maupun pertambangan yang beroperasi di Bumi Habaring Hurung khususnya di wilayah utara agar membantu penyediaan fasilitas Rumah Sakit Pratama (RSP) Parenggean.
“Ide saya kalau bisa semua perusahaan sawit dan tambang di Parenggean tanggung pembangunan ruang perawatan. Setiap perusahaan bangun satu ruang VIP, misalnya 13 ruang masing-masing perusahaan bangun satu ruang. Lagipula kan bisa pakai dana CSR, tapi ini baru sekedar ide saja,” kata Supian Hadi saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Rabu (20/4/2016).
Ia melanjutkan RSP Parenggean resmi beroperasi pada Sabtu (16/4/2016) lalu. Meski sudah beroperasi dan melayani pasien, namun masih perlu penambahan fasilitas seperti ruang VIP, poliklinik, perumahan dokter dan fasilitas lainnya.
Untuk mengupayakan semua item itu, Supian Hadi meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Faisal Novendra Cahyanto dan Kepala RSP Parenggean bisa mengembangkan rumah sakit tersebut tanpa harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim.
Supian hadi berjanji pada 2017 nanti semua fasilitas yang masih kurang akan diupayakan sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya wilayah Utara Kotim terlayani dengan baik, tanpa harus berobat jauh-jauh ke Sampit.
“Janji Kepala Dinas Kesehatan akan merekrut dokter spesialis kandungan dan lainnya. Kita harapkan ini cepat direalisasikan, kalau sudah ada dokter spesialis masyarakat tidak perlu dirujuk di RSUD dr Murjani Sampit. Kalau semua dirujuk disana pasien akan tidur di selasar kan kasihan,” ucapnya.
Menurut Supian, keberadaan RSP Parenggean sangat penting untuk meningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Utara Kotim. Pasalnya, wilayah utara jaraknya cukup jauh dari Sampit dan sulit diakses.
“Rumah sakit itu dilengkapi poli umum, poli gigi, unit gawat darurat, laboratorium, radiologi, farmasi, ruang operasi dan keperawatan.” (FI/B-8)


