BORNEONEWS, Sampit - Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini lebih parah daripada 2019.
"Jika dibandingkan dengan 2019, tahun 2023 ini lebih besar dilihat dari hot spot," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Senin, 23 Oktober 2023.
Tahun 2019, hot spot atau titik panas mencuat hanya bulan September. Sementara tahun ini, titik panas membesar selama 3 bulan, Agustus hingga Oktober 2023.
Multazam memaparkan dalam rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla di Gedung Pusdalops Kantor BPBD Kotim, bahwa September 2019 titik panas tercatat 4.666, secara keseluruhan tahun 2019 tersebar 5.775 titik panas.
Lanjutnya, tahun ini bulan Agustus terscatat 1.451 titik panas, September ada 3.858 titik panas, dan Oktober 3.649 titik panas. Dengan total titik panas selama Januari-Oktober 2023 sebanyak 9.319 titik.
--page
"Tahun 2019 kualitas udara tidak dapat dipantau secara real time oleh BMKG, sekarang sudah dapat diupdate setiap jam oleh stasiun pemantau kualitas udara KLHK di Kantor DLH Kotim," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/J)









