BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes ) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia bagi Pengelola di Puskesmas Tahun 2023, bertempat di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Senin 23 Oktober 2023.
Kepala Dinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan bahwa penyakit kusta merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, setiap tahun ditemukan sekitar 20.000 penderita kusta.
"Salah satu penyebab masih tingginya jumlah penderita Kusta, adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang kedua penyakit ini. Melalui penyuluhan menjadi hal yang utama dalam upaya menemukan penderita sedini mungkin," katanya, Senin, 23 Oktober 2023.
Ia menjelaskan, penularan terjadi pada penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain dengan kontak lama melalui pernapasan.
Namun, tidak semua orang dapat tertular penyakit kusta, hanya sebagian kecil saja (sekitar 5 persen), yang tertular kusta dari 100 orang yang terpapar (95 persen orang yang tidak menjadi sakit, tiga orang sembuh sendiri tanpa diobati, dua orang menjadi sakit dan perlu pengobatan).
--page
"Di Kalimantan Tengah sendiri, pada tahun 2022 penyakit kusta memiliki angka prevalensi 0,4/10.000 penduduk, dimana standar untuk mempertahankan status eliminasi kusta adalah prevalensi 1/10.000 penduduk," jelasnya.
Yang perlu diperhatikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2023 memiliki pervalensi 1.03/10.000 penduduk.
"Sehingga,perlu dilakukan intervensi untuk mencegah penularan melalui survei kontak maupun edukasi PHBS dan perawatan diri," jelasnya.
Sedangkan di Kalteng dalam lima tahun terakhir sudah menjalankan surveilans Frambusia, dan tidak ditemukan lagi adanya kasus Frambusia sejak terakhir kali ditemukan pada tahun 2016 di Kabupaten Pulang Pisau dan Kotim.
"Melalui Pelatihan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dalam melakukan deteksi, tata laksana kasus kusta dan frambusia, hingga melakukan pencatatan dan pelaporan yang sesuai standar dan tepat waktu," harapnya. (MARINI/j)









