BORNEIONEWS, Sukamara - Berdasarkan data Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (KAPD) Kabupaten Sukamara, jumlah pengunjung keperpustakaan pada 2015 meningkat sekitar 1% bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2014, jumlah kunjungan ke perpustakaan tercatat 12.500 orang, sedangkan pada 2015 sebanyak 12.507 orang atau hanya bertambah tujuh pengunjung.
Kepala KAPD Sukamara Lamsidi mengatakan, tingkat kujungan tersebut masih terhitung wajar jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Menurutnya, tingkat kunjungan warga ke perpustakaan daerah bila dirata-rata per kabupaten sekitar 1.000 orang per bulan.
“Kenaikannya memang tidak banyak, tetapi ini masih lebih baik jika dibanding dengan jumlah penduduk Sukamara,” ungkap Lamsidi, Rabu (20/4/2016).
Untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat sehingga tertarik berkunjung ke perpustakaan, KAPD telah mengadakan berbagai kegiatan. Seperti nonton bareng, mobil perpustakaan keliling, gerakan masyarakat suka perpustakaan (gemar super), dan publikasi budaya baca yang dilaksanakan belum lama ini.
Selain itu, KAPD mengadakan pembagian doorprize setiap akhir pekan kepada anak yang memiliki jumlah kunjungan terbanyak.
“Kita adakan pembagian doorprize yang akan dilakukan setiap akhir pekan. Ini salah satu cara kami untuk menarik minat anak untuk berkunjung ke perpustakaan daerah setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, KAPD selama 2015 telah menanbah jam operasional perpustakaan daerah yang semula hanya buka pada hari kerja menjadi setiap hari mulai Senin hingga Minggu.
“Pada hari Minggu kami buka hingga pukul 13.000 WIB dan pada 2016 ini akan kami tambah hingga pukul 14.00. Hal ini untuk mengakomodasi permintaan dwarga yang hanya bisa berkunjung saat akhir pekan,” sebut Lamsidi.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perpustakaan desa dan sekolah sehingga dapat bersama-sama menggalakkan minat baca masyarakat.
Adanya hubungan kerja sama tersebut diharapkan dapat lebih efektif dalam menciptakan masyarakat intelektual, berbudaya, dan bermartabat.
“Ini adalah mitra-mitra kerja yang akan bersama-sama untuk menggalakkan dan meningkatkan budaya baca di kalangan masyarakat.”
Pada tahun ini, KAPD Sukamara mengelontorkan dana sebesar Rp10 juta untuk pengadaan buku bacaan khusus anak dan Rp20 juta untuk pengadaan buku lainnya.
Semua itu dilakukan untuk menambah koleksi buku di perpustakaan supaya bisa semakin menarik minat baca masyarakat.
(MG13/B-3)


