PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah, Etiek memastikan bahwa kucing hutan yang diserahkan oleh RSAT Palangka Raya, relawan yang bergerak dalam kesejahteraan hewan akan dirilis di kawasan konservasi.

"Kita pastikan tempat perilisannya tidak akan dekat dengan pemukiman warga, kita akan rilis di kawasan konservasi yang kita anggap cocok untuk satwa liar ini," kata Etiek yang menerima satwa liar ini pada Senin, 23 Oktober 2023.

Etiek bersama tiga rekannya datang ke Klinik Hewan Paw's Health Palangka Raya tempat kucing hutan ini dititipkan oleh RSAT Palangka Raya.

Serah terima pun dilaksanakan dengan dilengkapi dokumen serah terima satwa liar dari pihak RSAT Palangka Raya kepada BKSDA Kalteng.

Sementara itu, Pengelola RSAT Palangka Raya, Agung Priantoko menyampaikan kronologis ditemukannya kucing hutan yang oleh masyarakat Dayak disebut Pusa Kambe atau Kucing Hantu ini.

"Ibu Kristin, guru di SD anak saya pada Jumat, 20 Oktober 2023 melapor kepada RSAT Palangka Raya bahwa di area rumahnya terlihat seekor kucing liar. Memang awalnya Bu Kristin mengira itu kucing biasa sehingga beliau meminta bantuan RSAT untuk membuat pengumuman kalau ada yang merasa kehilangan kucing ini area Jl Bukit Indah 4 agar bisa menghubunginya," kata Agung menjelaskan.

Agung Priantoko yang dikirimi foto oleh Kristin, guru di SD Katolik Santa Maria Palangka Raya ini, menduga dari foto tersebut bahwa itu bukan kucing biasa melainkan spesies Kucing Hutan.

"Saya langsung mendatangi rumah Bu Kristin untuk melihat secara langsung karena dugaan saya itu bukan kucing biasa dan ternyata memang benar, dugaan saya ini salah satu jenis kucing hutan yang dilindungi," tutur Agung lagi.

Didampingi Anggota Komunitas Palangkaraya Amphibians and Reptil Lovers yang disingkat Pararel, Chandra Noprizal, Agung kemudian mengevakuasi kucing hutan tersebut meski dengan berbagai kendala.

--page

"Jujur saja kalau saya kurang berpengalaman menangani satwa liar atau wild life, makanya saya minta bantuan rekan yang punya pengalaman dengan satwa liar," tutur Agung lagi.

Proses evakuasi pun berlangsung alot. Tidak seperti menangkap dan mengandangi kucing biasa, Agung dan Chandra harus berupaya maksimal untuk menangkap kucing hutan yang diperkirakan masih berusia muda ini.

"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait yang menaungi soal satwa liar," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/R)